Pertolongan Pertama Untuk Penderita Gangguan Jiwa

Rabu, Desember 09, 2015

|


pertolongan pertama untuk penderita gangguan jiwa yang diberi singkatan “ALGEE”. Terdiri atas “Approach, assess, and assist with any crisis”, “Listen non-judgementally”, “Give support and information”, “Encourage appropriate professional help”, dan “Encourage other support”.
Berdasarkan metode ALGEE, langkah awal yang harus segera diambil dalam membantu penderita gangguan jiwa adalah mendekati mereka, mengajak mereka bicara, dan membantu mereka ke luar dari keadaan krisis. Kita diminta untuk mendengar keluhan penderita tanpa terkesan menghakimi atau menyudutkan. Kita juga perlu menjelaskan bahwa yang dialami oleh penderita adalah suatu kondisi medis yang bisa disembuhkan, seperti juga gangguan lain seperti diabetes, sakit jantung, dan nyeri sendi. Langkah berikutnya, kita harus mendorong penderita gangguan jiwa untuk p
ergi ke psikiater atau psikolog.
Bagaimanapun, kita tak boleh memaksa ataupun menetapkan pilihan. Tugas kita hanyalah memberi saran; pilihan pengobatan sepenuhnya menjadi hak penderita. Langkah terakhir dalam metode ini adalah menyarankan penderita gangguan jiwa mencari dukungan dari pihak lain seperti keluarga, pasangan, teman dekat, dan lingkungan sekitar.
Setelah kami mendapat penjelasan tentang langkah-langkah ALGEE, lalu kami pelajari contoh-contoh kasus dan melakukan simulasi. Melalui simulasi dan latihan, kami makin mengerti bagaimana menerapkan ALGEE untuk menyelesaikan kasus nyata. Kami juga disuguhi testimoni dari penderita-penderita gangguan jiwa.
Saya melihat kehadiran MHFA akan sangat membantu untuk membuat masyarakat paham betapa gangguan jiwa tak kalah penting dibanding gangguan fisik. Oleh karena itu, semua orang perlu dibekali kemampuan mengenal tanda-tanda dan gejala gangguan jiwa dan mengetahui bagaimana memberikan pertolongan kepada penderitanya.
Semoga MHFA ini bisa segera hadir di Indonesia, terutama di Aceh, mengingat di Aceh lumayan tinggi jumlah penderita kelainan jiwa. Melalui MHFA kita harap kasus gangguan jiwa bisa dicegah dan jumlah penderitanya di Aceh bisa berkurang signifikan.
"Pendekatan, menilai, dan membantu dengan krisis apapun", "Dengar non-judgmentally", "Berikan dukungan dan informasi", "Mendorong bantuan profesional yang tepat", dan "Mendorong dukungan lainnya".

0 komentar:

Arsip