BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyimpanan
berbagai dokumen dalam volume yang sangat besar, dapat dikerjakan menjadi lebih
ekonomis sejak penemuan teknologi penyimpanan digital. Komputer mesin
komputerisasi pertama telah mengubah hidup manusia menjadi serba otomatis dan
instant. Mesin komputer ini ditemukan pertama kali oleh Blaise Pascal tahun
1642. Pada abad ke 19, Charles abbage telah menyelesaikan prinsip-prinsip
komputer digital modern. Diakhir tahun 1960-an angkaian terintegrasi (IC)
diperkenalkan, dan melahirkan processor modern seperti AMD, Athlon, XP, maupun
Intel Pentium IV yang memiliki lebih dari 55 juta transistor. Atas kemajuan
teknologi yang lebih maju ini, manusia menciptakan beberapa komponen komputer
yang bermanfaat bagi manusia seperti printer, mouse, modem, scanner, dan media
penyimpanan seperti memori dan media penyimpanan (memori) eksternal seperti floppy
disk, harddisk, cd-rom, dan dvd.
Di dalam makalah ini, kita akan
membahas optical disk drive. Dimana perkembangannya semakin pesat dari tahun ke
tahun. Dimulai pada tahun 1970 yang ditemukan oleh James T Russel hingga
sekarang.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang kita
dapat merumuskan masalah:
a. Bagaimana sejarah Optical Disk
Drive?
b. Pengertian optical disk drive
c. Macam-macam optical disk drive
d. Bagian-bagian optical disk drive
1.3 Tujuan
Adapun tujuan makalah ini dibuat:
a. Untuk
mengetahui sejarah optical disk drive
b. Untuk
mengetahui apa itu optical disk drive
c. Untuk
mengetahui macam-macam optical disk drive
d. Untuk
mengetahui bagian-bagian optical disk drive
e. Untuk
memenuhi tugas mata kuliah rangkaian elektronika
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Optical Disc Driver
Dalam dunia komputer, Optical Disc Drive adalah sebuah
perangkat keras yang menggunakan sinar laser atau gelombang elektromagnetik
untuk melakukan proses pembacaan (reading) dari optical disc dan penulisan
(writing) data. Beberapa drives hanya bisa membaca data pada disc, namun
teknologi saat ini memperbolehkan sebuah drive untuk melakukan pembacaan maupun
penulisan pada drives. Compact Disc, DVD dan Blu-ray Disc merupakan jenis-jenis
dari optical media yang bisa dibaca maupun diisi data oleh optical drive.
Optical Drive merupakan sebutan umum, dengan bagian-bagiannya yaitu “CD”, “DVD”
dan “Blue-ray” dengan diikuti “drive”, “writer”, dan lain-lain.
2.2
Sejarah Optical Disc
Driver
James T. Rusell adalah orang yang pertama kali menemukan
CD. Sejak kecil, James dikenal dengan jiwa penemunya. Pada tahun 1937, saat
berusia 6 tahun, James membuat remote control untuk kapal perang mainannya
dengan menggunakan kotak makan siangnya. James juga termasuk orang pertama yang
menikmati televisi dan keyboard sebagai media masukan dan ke komputer. James
seorang penggila musik dimasa itu. Dia sangat tidak puas dengan kualitas musik
yang dihasilkan keping piriongan hitam Gramafon (phonograph). Karena penasaran,
James bereskperimen menggunakan duri
kaktus sebagai jarus pembaca piringan hitam. James sudah menduga kalau hasil
eksperimennya sia-sia. James menginginkan sistem yang akan merekam dan memutar
kembali lagi sebuah lagu tanpa harus kontak langsung antar bagiannya. James
melihat bahwa cara terbaik untuk itu adalah dengan menggunakan cahaya.

Gambar 1.1
James T. Rusell
Setelah beberapa tahun, akhirnya dia menemukan cara
menyimpan data dalam piringan sensitif cahaya. Data ini dimodelkan dalam `bit`
cahaya yang sangat kecil. Sebuah sinar laser akan membaca struktur bit cahaya
ini, kemudian komputer akan mengubah data ini ke dalam sinyal elektronik. Dan
untuk pertama kalinya lahirlah compact disc.
Kemudian pada tahun 1970, James menerima hak paten. Pada
tahun 1972, Klass Compaan, seorang ahli fisika di Phillips Research berhasil
menampilkan model video disc berwarna pertama. Pada waktu itu belum
dipublikasikan secara luas karena masih banyak kelemahannya. Pada waktu yang
hampir bersamaan, Phillips meluncurkan audio CD pertama ke pasaran, namun
mengalami masalah pada saat proses menerjemahkan data, sehingga gagal putar.
Kemudian pada tahun 1978, Phillips bekerja sama dengan Sony, dan mengembangkan
standar baku untuk memproduksi CD. Dua tahun kemudian, Phillips dan Sony
berhasil meluncurkan audio digital compact disc dengan standar baku, dan mulai
dipasarkan secara resmi di Eropa dan Jepang pada tahun 1982. Baru pada tahun
1983, CD mulai dipasarkan di Amerika Serikat.
Zaman terus Berkembang. Dikarenakan Fungsi Dari CD yang
Belum maksimal, akhirnya muncullah DVD atau Digital Versatile Disk. Sebagai
informasi, DVD sempat diberi julukan “Delayed, Very Delayed”. Hal ini
disebabkan lamanya format ini diluncurkan di pasaran. Bahkan berbagai studio
film memberi julukan “Digital Video Disc”.Singkatan ini diubah menjadi Versatile
Disk oleh beberapa aplikasi. Oleh sebab itu untuk menghilangkan ambigu terhadap
singkatan DVD yang ada, sehingga diputuskan untuk mengunakan nama DVD saja.
Perusahaan-perusahaan yang peduli akan perkembangan teknologi optik kemudian
membentuk suatu konsorsium yang terdiri atas: JVC, Hitachi, Matsushita,
Mitsubishi, Philips, Pioneer, Sony, Thompson, Time-Warner, dan Toshiba. Tapi,
tidak lama kemudian akan aktif lagi dan digantikan dengan kehadiran forum DVD.
Teknologi DVD pertama kali diperkenalkan oleh negara Jepang pada tahun
1996.Tidak lama kemudian, format ini mulai masuk ke pasar Amerika dan sekarang
telah banyak digunakan di berbagai belahan dunia. Format DVD memiliki sejarah
yang penuh dengan ketidakpastian serta mendapat berbagai proses dari berbagai
pihak. Format DVD yang menjadi kontroversial ini diawali oleh berbagai protes
yang datang dari studio film pada tahun 1996. Di mana pada saat itu banyak
studio film yang mengkwatirkan akan kedatangan format ini malah akan menambah
jumlah pembajakan akan teknologi optik seperti halnya CD musik atau film yang
dapat dengan mudah didapatkan dengan harga murah bahkan gratis. Perdebatan
antara studio film dengan format DVD mengakibatkan format ini agak tertunda
selama hampir 1 tahun. Setelah itu, format ini juga mengalami masalah dalam hal
format DVD yang berbagai jenis di pasaran.
Teknologi optical disk ini dibagi menjadi dua yaitu:
1.
Phase-change disk dimana,
disk ini dilapisi oleh bahan yang dapat mengkristal(beku) menjadi
crystalline(serpihan-serpihan kristal) atau menjadi amorphous state(bagian yang
tak berbentuk). Bagian crytalline ini lebih transparan, karenanya tembakan
laser yang mengenainya akan lebih terang melintasi bahan dan memantul dari
lapisan pemantul. Drive Phase-change disk ini menggunakan sinar laser dengan
kekuatan yang berbeda. Sinar laser dengan kekuatan tinggi digunakan melelehkan
disknya kedalam amorphous state, sehingga dapat digunakan untuk menulis data
lagi.sinar laser dengan kekuatan sedang dipakai untuk menghapus data denga cara
melelehkan permukaan disknya dan membekukannya kembali ke dalam keadaan
crytalline, sedangakan sinar laser dengan kekuatan lemah digunakan untuk
membaca data yang telah disimpan.
2.
Dye-Polimer disk yaitu , Dye-polimer merekam data dengan membuat bump (gelombang)
disk dilapisi dengan bahan yang dapat enyerap sinar laser. sinar laser ini
membakar spot hingga spot ini memuai dan membentuk bump(gelombang). bump ini
dapat dihilangakan atau didatarkan kembali dengan cara dipanasi lagi dengan
sinar laser.
2.3
Bagian Optical Disc Drive
Bagian paling penting dari Optical Drive adalah Optical
Path (bagian komponen Laser maupun Optic), yang ditempatkan dalam Pickup Head
(PUH). Biasanya, ia dibentuk dari semi konduktor Laser, komponen lensa yang
berfungsi mengarahkan sinar Laser, dan komponen Fhotodiode yang bertugas
mendeteksi refleksi cahaya dari permukaan media Disc.
Gambar 1.2
Pada awalnya,
Laser dari peripheral CD menggunakan cahaya Laser dengan Wavelenght sebesar 780
nm, yang termasuk ke dalam jangkauan Inframerah.Untuk peripheral DVD,
Wavelenght dikurangi menjadi 650 nm (sinar warna merah), dan berlanjut pada
Blu-ray Disc dengan menggunakan Wavelenght 405 nm (sinar warna ungu).
Di dalam
menggunakan fungsi Optical dari penulisan dan pembacaan data, Optical Drive
menggunakan dua mekanisme Servo. Pertama sebagai pengendali jarak antara lensa
dengan permukaan Disc. Hal ini agar sinar Laser tetep fokus pada titik Laser
yang ada pada pemukaan Disc. Servo yang kedua berfungsi menggerakan Head lensa
dari piringan radius Disc paling tengah hingga radius Disc paling ujung.Dengan
ini, semua barisan dapat terbaca secara kontinu.
2.4 Implementasi
Laser/Optic pada Media Disc
2.4.1
ROM (Read Only
Memory).
Ketika dalam proses pembuatan atau pencetakan data Disc ROM di pabrik, data dibentuk
menggunakan cara di-pres. Sehingga terbentuk lubang-lubang disetiap jalur
permukaan Disc. Hal ini akan membentuk serial data layaknya 1 atau 0 (digital),
karena perbedaan refleksi Wavelenght sinar Laser untuk permukaan tanpa lubang
dengan permukaan berlubang. Lubang ini biasanya memiliki kedalaman antara
seperempat hingga seperenam Wavelenght Laser yang digunakan.
2.4.2
Recordable (+/-R)
Unit Optical Drive juga dapat secara langsung me-record
data kedalam media Disc. Salah satunya yang paling awal adalah tipe Optical
Drive Recordable. Drive hanya dapat menuliskan sekali saja ke dalam media
Optical Disc kosong. Tipe-tipe medianya sendiri dalam bentuk CR-R, DVD-R,
DVD+R, atau BD-R Disc. Proses Encoding data (biasa disebut burn), dengan cara
memanaskan bagian lapisan organik dari permukaan media menggunakan sinar Laser.
Hal ini akan membuat perubahan terhadap tingkat Reflektivitas dari lapisan
organik tersebut. Bagian yang ipanaskan tersebut dapat dianalogikan seperti
lubang-lubang yang menggunkan proses press dimedia ROM. Untuk Recordable Disc,
proses ini adalah permanen dan media kosong hanya dapat ditulis sekali saja.
Terdapat perbedaan antara sinar Laser untuk red dan record.Untuk red, biasanya
hanya membutuhkan Laser berkekuatan 5 mW sedangkan untuk record membutuhkan
Laser yang jauh lebih kuat lagi. Hal ini dikarenakan proses pemanasan oleh
sinar Laser. Selain itu, semakin cepat proses penulisan, semakin seikit pula
oleh Laser. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Laser menggunakan daya 100
mW untuk gelombang kontinu dan 225 mW.Gelombang pluse.
2.4.3
Rewriteable (+/-RW)
Pada unit tipe Rewriteable, seperti CD-RW , DVD-RW,
DVD+RW, DVD-RAM, atau BD-RE bahan yang digunakan pada permukaan pada permukaan
adalah Crystallinmetal Alloy. Dengan menggunakan bahan ini, proses pembakaran
(burn) dapat dikondisikan lagi seperti semula melalui pemakaian data Laser yang
bervariasi.
Terdapat dua mobel Optical Drive untuk jenis kapasitas
dua kali lipat.Pertama, model Double-Sided yang menempatkan permukaan data pada
setiap sisi Disc. Hal ini cukup memudahkan proses burn, hanya saja sedikit
menyusahkan penggunaan karena untuk mengakses sisi lain harus dengan membalikan
media Disc secara fisik (bongkar-pasang).
Berikutnya adalah model Dobel Layer, yakni media Disc
yang memiliki dua Layer berbeda dari satu Disc, yang dipisahkan oleh Layer
Semi-Reflektif kedua Layer ini dapat diakses pada sisi Disc yang sama. Namun
memerlukan Optif untuk mengubah fokus Laser agar dapat mengakses layar ke dua.
2.5
Jenis-jenis Optical Disc Drive
1. CD-ROM
(Read Only Memory) Drives
CD-ROM
merupakan akronim dari “Compact Disc Read-only Memory” adalah sebuah piringan
kompak dari jenis piringan optik (optical disc) yang dapat menyimpan data. Ukuran
data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai 700MB atau 700 juta bita CD-ROM
drive hanya bisa digunakan untuk membaca sebuah CD saja. Secara garis besar
CD-ROM dibedakan menjadi 2 menurut tipenya yaitu : ATA/IDE dan SCSI. Yang
paling mendasari dari perbedaan tersebut adalah kecepatannya. Kalau ATA
memiliki kecepatan 100-133Mbps sedangkan SCSI memiliki kecepatan kira-kira 150
Mbps. Untuk tipe SCSI biasanya ditemuka pada CR RW drive.
Pada
CD ROM terdapat tulisan 56X artinya kemampuan memberikan kecepatan transfer
data sebesar 56 x150 Kbps. Tipe CD RW juga biasanya dibedakan berdasarkan
kemapuan membakar dan membaca. CD RW tipe 12x8x32 artinya memiliki kemampuan
membakar pada CD R seccepat 12x, membakar pada CD RW secepat 8x, dan membaca CD
R/CD RW/dengan kecepatan maksimal 32x. Pada CDROM informasi yang
tersimpan juga berupa 0 dan 1. Tentunya angka 0 dan 1 ini bukan langsung
tertulis berupa angka 0 dan 1 melainkan merupakan keadaan pada lapisan tertentu
pada CD-ROM tersebut. CD-ROM yang dibahas disini adalah CD ROM yang dicetak
bukan CD-R ataupun CD-RW. Pada dasarnya semua CD memberikan informasi
menggunakan teknik apakah suatu sinar yang diarahkan pada suatu posisi akan
dipantulkan ke titik tertentu atau tidak. Perbedaannya terletak pada cara CD tersebut
melakukannya. Pada CD-ROM yang memang dicetak, dipantulkan tidaknya suatu sinar
itu ditentukan oleh cetakan yang digunakan.Jadi cetakan yang digunakan harus
disesuaikan dengan informasi yang ingin disimpan.Setelah dicetak tidak bisa
lagi diubah data digital yang tersimpan pada CD-ROM tersusun mulai dari bagian
terdalam pada CD-ROM menuju ke bagian terluar dari CD-ROM.
2. CD-RW
(Read/Write) Drives
Dalam
proses merekam CD tidak seperti mengcopy namun dinamakan membakar CD (burning
CD). Untuk bisa merekam ke dalam CD dibutuhkan software pembakar CD (burning
tool) seperti Nero, Clone CD, dll. Dalam membakar CD harus diperhatikan
kecepatan burning, semakin cepat proses burning semakin sulit dibaca oleh
CD-ROM yang mempunyai kecepatan baca dibawah kecepatan saat perekaman. Untuk
keperluan back-up dan penyimpanan data disarankan membakar CD antara 8x -24x.
3.
DVD (Digital Video Disc atau Digital Versatile
Disc)
DVD adalah media penyimpanan data seperti CD namun
memiliki kapasitas yang lebih besar. DVD single layer mampu menyimpan data
sampai 4.7GB dan DVD double layer mampu menyimpan data sampai 8.4 GB.Sama
seperti CD, DVD juga ada dua yaitu DVD-ROM dan DVD-RW.Kadang DVD-RW disebut
juga DVD-RAM Drive.
2.6
Jenis-jenis Optical Disk
Ada beberapa Jenis Optical
disk saat ini, dimulai dari CD, DVD, Blu Ray, hingga saat ini ada yang
terbaru dari optical disk yaitu FM DISK. Berikut penjelasan jenis-jenis Optical
Disk.
1.
CD (Compact Disc atau Laser Optic Disc)
CD merupakan jenis piringan optic yang
pertama kali muncul. Pembacaan dan penulisan data pada piringan melalui laser.
CD berbentuk lingkaran dengan diameter 120 mm serta memiliki libang ditengahnya
yang berdiameter 15 mm. kapasitas penyimpanan CD dapat mencapai 870 Mb yang
dapat menyimpan data hingga 99 menit.
Gambar 1.3
Contohnya :
·
CD-Rom (Compact Disk read only memory) adalah jenis piringan optic yang
mempunyai sifat hanya bisa dibaca. Kapasitas sebuah CD Rom yang berukuran 4,72
inch dapat menampung hingga 640 Mb atau kira-kira 300.000 halamat text.
·
CD-R (CD Recordable) merupakan jenis CD yang dapat menyimpan data seperti
halnya disket, namun isinya tidak dapat diubah lagi.
·
CD-RW (CD Writetable) merupakan jenis CD yang dapat menyimpan data namun
isinya dapat dihapus dan dapat diganti dengan data yang baru.
2.
DVD (Digital Video Disc / Digital Versatile Disc)
Gambar 1.4
DVD adalah merupakan pengembangan dari CD.
DVD memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari
pada CD biasa, yaitu sekitar 4,7 – 17 GB. Kemampuan DVD dapat dilihat dari
jenisnya, yaitu :
ü Single-side, single layer kapasitas 4,7 GB
ü Double-side, single layer kapasitas 8,5 GB
ü Single-sided, double layer kapasitas 9,4 GB
ü Double-sided, double layer kapasitas 17 GB
3.
Blu
Ray
Teknologi Blu-ray adalah merupakan format disc optic, yang
merupakan perkembangan dari CD dan DVD. Keunggulan dari blu-ray yaitu pada
kapasitas lapisan-sided Blu-ray disc, dimana lebih besar 35 kali dari CD dan
lebih besar lima kali dari DVD. Kapasitas Blu-Ray disc dual layer memiliki
kemampuan menyimpan data sampai dengan 50 Gb per keping.
Gambar 1.5
Selain itu, spesifikasi Blu-ray dalam kecepatan membaca tiga kali
lipat lebih cepat dibandingkan DVD.Ini mengarah ke video kualitas tinggi dan
audio jernih, Khusus yang penting dalam applikasi HDTV.
Teknologi Multi-layering telah disesuaikan dengan kemampuan double
Blu-ray disc dalam aplikasi standar, dan ada versi eksperimental ditampilkan
sampai dengan sepuluh kali lipat peningkatan dalam ruang penyimpanan. Manfaat
tambahan Blu-ray player melalui pemutar DVD termasuk Internet konektivitas
untuk men-download subtitles dan update fitur built-in Java virtual machine.
Blu-ray disc menggunakan ultra-short dengan panjang gelombang
laser 405 nanometer, dimana lebih kecil dari pada DVD yang mencapai 650
nanometer. Dengan begitu, maka bisa menyorot objek dengan presisi lebih
tinggi.Hasilnya, data bisa diikat dengan lebih ketat dan disimpan di ruang yang
lebih kecil. Inilah yang membuat BD mampu menyimpan lebih banyak data meskipun
ukuran disknya sama dengan CD atau DVD.
Blu-ray disc juga memiliki lapisan permukaan yang lebih tipis
hanya 0,1mm dibandingkan HD-DVD yang tebalnya 0,6mm.Dengan begitu, laser bisa
menembakkan data dengan lebih fokus. Untuk read atau write, kecepatan minimal
Blu-ray adalah 1x atau sekitar 36Mbps, jauh dari DVD yang kecepatannya hanya
10Mbps. Dan kabarnya, kecepatan tersebut masih akan digeber hingga 8x atau
288Mbps.
4.
Fluorescent
Multilayer DISK(FM DISK)
Fluorescent Multilayer Disc (FM Disc) adalah jenis optical disk yang mampu menampung sampai 140 GB data sekaligus, dengan
kecepatan baca data sampai 1 GB per detik.
FM Disc berbeda dengan kepingan yang beredar saat ini.Warnanya
tidak keperakan atau keemasan, melainkan bening seperti sebuah plastik
transparan biasa.
Gambar 1.6
ü Multilayer
Salah satu keistimewaan adalah banyaknya layer yang ada dalam
setiap kepingan.Masing-masing kepingan memang memiliki lebih dari satu layer
atau lapisan.Bahkan lebih dari 10 lapisan sekaligus.Tepatnya adalah 12 lapisan
pada FM Disc yang dikembangkan pada tahap awal.
ü Aplikasi
Banyak sekali aplikasi yang spat menggunakan teknologi ini.
Pertama untuk menyimpan data hiburan seperti Game, Musik, Film dan tentunya
untuk menyimpan data keperjaan. 1 keping FM Disc bisa menmapung lebih dari 10
film DVD.
Sebagai ruang Back-up, sangat cocok karena kapasitasnya yang
sangat besar. Dengan FM Disc kekhawatiran rusak-nya media back-up dapat
diminalisasi walaupun tergores lapisan luarnya.
ü Jenis FMD
Ada tiga jenis FM teknologi yang telah selesai dikembangkan:
a.
FM Disc ROM
Ini adalah
jenis pertama yang akan = diperkenalkan. FM Disc ROM nantinya akan banyak
digunakan untuk kepentingan produksi, baik film maupun pernati lunak. Dengan
kapasitas yang besar kualitas film dapat lebih baik. Karena ini berarti film
akan mengalami lebih sedikit proses kompesi. Sama halnya dengan audio.
Sedangkan untuk peranti lunak, kehadirannya akan sangat berpengaruh khussnya
untuk peranti lunak seperti game dan peranti lunak pendidikan yang umumnya
membuat banyak informasi.
b.
FM Disc WORM (Write Once Read
Many)
FM Disc WORM
disebut juga Rewritable FM Disc adalah kepingan yang dapat diisi sendiri.
Kepingan inilah yang nantinya dipergunakan sebagai media back-up.
Cara
penulisannya hampir sama dengan menulis pada rewritable CD, hanya saja ada
sedikit perbedaan pada penambahan material fluorescent. Ada dua metode
penulisan yang digunakan masing-masing terletak pada perbedaan penambahan
element fluorescent-nya.
Denga metode
pertama atau yang dikenal dengan metode thermal, material fluorescent
diaplikasikan dari awal.Sedangkan pada metode kedua yang chemical, material
fluorescent diaplikasin pada tahap lanjut.
c.
FM Card atau Clear Card
FM Card sebenarnya adalah
sebuah FM Disc yang dilapisi bagian luar berbentuk kartu kecil. Kepingan yang
ada didalam Clear Card adalah kepingan dengan diameter 50 mm, atau 5 cm. Model
pertama yang dikembangkan adalah dengan 20 lapisan data – 10 GB data serta
memiliki densitas recording sebesar 400 Mbytes/cm2.
2.7. Kekurangan dan kelebihan Optical Disc Drive
Cakram optik menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan
dengan media penyimpan yang bersifat magnetis.Cakram optik memegang jauh lebih
banyak data. Kontrol yang lebih besar dan fokus dapat dilakukan dengan sinar
laser (dibandingkan dengan kepala magnetik kecil) berarti bahwa lebih banyak
data dapat ditulis ke dalam ruang yang lebih kecil.Kapasitas penyimpanan
meningkat dengan setiap generasi baru media optik. Muncul standar, seperti
Blu-ray, menawarkan sampai 27 gigabyte (GB) di satu sisi disc 12-sentimeter.
Sebagai perbandingan, sebuah disket, misalnya, dapat menahan 1,44 megabyte
(MB).
Cakram optik murah untuk memproduksi dan data yang tersimpan
pada mereka relatif tahan terhadap ancaman paling lingkungan, seperti lonjakan
daya, atau gangguan magnetik.





0 komentar:
Posting Komentar