PENDAHULUAN
Sebelum
melakukan instalasi sistem operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
yakni:
·
Struktur
partisi yang akan digunakan
Salah satu teknik
yang digunakan untuk mengamankan data yang ada di komputer adalah dengan
membuat partisi yang berbeda untuk sistem dan data. Dengan adanya pemisahan ini
akan memungkinkan nantinya sistem tersebut di-upgrade tanpa mempengaruhi
datanya. Pembagian ini juga dapat membantu dalam proses backup dan restore.
·
Penentuan
jenis sistem file
Sistem file
merupakan sistem manajemen file yang diterapkan sistem operasi untuk mengelola
file-file yang tersimpan di harddisk. Ada banyak sistem file yang telah
dikembangkan saat ini. Beberapa yang sering digunakan adalah FAT16/32, NTFS,
HPFS, ext2, ext3, ext4. Setiap sistem operasi dapat memiliki lebih dari satu
sistem file.
PERBEDAAN TIPE FILE SISTEM
1.File sistem pada Windows
File
sistem merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses
terhadap data yang ada pada disk. File sistem berfungsi untuk menyediakan
mekanisme untuk penyimpanan data dan program yang dimiliki oleh sistem operasi
serta seluruh pengguna dari sistem komputer.
Ada
dua bagian pada file sistem, yaitu:
1.
Kumpulan file yang masing-masingnya menyimpan
data-data yang berhubungan.
2.
Struktur direktori yang mengorganisasi dan
menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem.
Semua
sistem operasi mulai dari DOS, Windows, Macintosh dan turunan UNIX memiliki
sistem berkas sendiri untuk meletakkan file dalam sebuah struktur hirarki.
Contoh dari sistem berkas termasuk di dalamnya FAT, NTFS, HFS dan HFS+, EXT2,
EXT3, ISO 9660, ODS-5, dan UDF. Beberapa sistem berkas antara lain juga
journaling file system atau versioning file system, sistem berkas juga
menentukan konvensi penamaan berkas dan peletakan berkas pada stuktur
direktori.
Berikut ini adalah 3
jenis penamaan file sistem pada Windows:
1.
FAT16 (File Allocation Table)
FAT16
dikenalkan oleh MS-DOS pada tahun 1981. Awalnya, Sistem ini di design untuk
mengatur file di floopy drive dan mengalami beberapa kali perubahan sehingga
digunakan untuk mengatur file di harddisk. FAT16 adalah sistem berkas yang
menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat
menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536 buah). Sistem berkas ini memiliki
batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte saja. Ukuran unit alokasi yang
digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang akan hendak
diformat.
Kelebihan
:
FAT16
adalah sebuah file system yang kompatibel hampir di semua Operating System baik
itu Windows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix.
Kekurangan :
FAT16
mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar
Harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun
tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak
mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi. FAT16 adalah
sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit,
sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536 buah). Sistem berkas
ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte saja disamping itu ukuran
unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang
hendak diformat misalnya jika ukuran partisi kurang dari 16 Megabyte, maka
Windows akan menggunakan sistem berkas FAT12, dan jika ukuran partisi lebih
besar dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT16.
2.
FAT32 (File Allocation Table)
FAT32
mulai di kenal pada tahun 1976 dan digunakan pada sistem operasi Windows 95
SP2, dan merupakan pengembangan lanjutan dari FAT16. Karena menggunakan tabel
alokasi berkas yang besar (32-bit), FAT32 secara teoritis mampu mengalamati
hingga 232 unit alokasi (4294967296 buah). Meskipun demikian, dalam
implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 adalah 228
(268435456 buah).
Kelebihan :
FAT32
menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi.
Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding
FAT16.
Kelemahan :
Namun
FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya sistem
operasi yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa dikenal oleh
hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan
FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak peduli file sistem apa yang di
gunakan pada partisi. File system FAT32 juga tidak mampu menampung single file
berukuran 4gb atau lebih. Tidak hanya itu, beberapa orang berpendapat bahwa
filesistem FAT32 ini lebih mudah terfragmentasi dibanding NTFS, jika
fragmentasi meningkat, tentu performa akan turun.
3.
NTFS (New Technology File System)
NTFS
di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang sangat
berbeda di banding teknologi FAT. NTFS atau New Technology File System1,
merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga
sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50,
NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua service pack), Windows NT 5.x
(Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x
(Windows Vista, Windows 7). NTFS bekerja berdasarkan prinsip BTree dan
menggunakan Full Indexing. Karena itu pula fragmentation dapat ditekan seminimal
mungkin. Kemudian, setiap file pada NTFS memiliki checksum, yang memungkinkan
file tersebut diperbaiki secara sempurna bila suatu saat NTFS tersebut
bermasalah.
Kelebihan :
NTFS
menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file , cluster dan bahkan
support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows Xp dan
apabila anda melakukan upgrade Windows biasa anda akan di tanyakan apakah ingin
mengupgrade ke NTFS atau tetap menggunakan FAT. NTFS juga memiliki fitur untuk
menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini
disebut dengan Alternate Data Stream.
Kelemahan :
Kekurangan
NTFS yang sering dibicarakan adalah kompatibilitas terhadap software atau
operating sistem lawas seperti win 9x dan ME. Sistem operasi lama milik
microsoft ini tidak mampu membaca file system NTFS. Selain itu, beberapa orang
menilai bahwa file system NTFS ini tidak universal, karena OS selain microsoft
tidak mampu melakukan read-write pada partisi NTFS, namun hal ini sudah terselesaikan.
Ada yang berpendapat bahwa partisi berfile sistem NTFS akan susah diperbaiki
jika terjadi masalah, Saat ini file sistem NTFS sudah cukup populer, sehingga
muncul tool-tool recovery yang mendukung recovery data dan perbaikan partisi
berfile sistem NTFS.
2.File system pada Linux
1.
Second Extended (Ext2)
Second
Extended File system (Ext2) dirancang oleh Rémy Card, sebagai file sistem yang
extensible dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi Linux. Latar
belakang Ext2 pertama kali dikembangkan dan diintegrasikan pada kernel Linux,
dan sekarang ini sedang dikembangkan juga penggunaannya pada sistem operasi
lainnya. Tujuannya adalah untuk membuat suatu file system yang powerful, yang
dapat mengimplementasikan file-file semantik dari UNIX dan mempunyai pelayanan
advance features.
Kemampuan dasar EXT2
·
File system EXT2 mampu menyokong beberapa
tipe file yang standar dari UNIX, seperti regular file, directories, device
special files, dan symbolic links.
·
EXT2 mampu mengatur file-file system yang
dibuat dalam partisi yang besar.
·
File system EXT2 mampu menghasilkan
nama-nama file yang panjang. Maximum 255 karakter.
·
EXT2 memerlukan beberapa blok untuk super
user (root).
2.
Third Extended File System (Ext3)
EXT3
merupakan suatu journalled filesystem. Journalled filesystem didesain untuk
membantu melindungi data yang ada di dalamnya. Dengan adanya journalled
filesystem, maka kita tidak perlu lagi untuk melakukan pengecekan
ke-konsistensian data, yang akan memakan waktu sangat lama bagi harddisk yang
berkapasitas besar. EXT3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk
digunakan pada sistem operasi Linux. EXT3 merupakan hasil perbaikan dari EXT2
ke dalam bentuk EXT2 yang lebih baik dengan menambahkan berbagai macam
keunggulan
Keunggulannya:
Availability
EXT3
tidak mendukung proses pengecekan file system, bahkan ketika system yang belum
dibersihkan mengalami “shutdown”, kecuali pada beberapa kesalahan hardware yang
sangat jarang.
Hal
seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke dalam disk dalam suatu
cara sehingga file system-nya selalu konsisten.
Waktu
yang diperlukan untuk me-recover ext3 file system setelah system yang belum
dibersihkan dimatikan tidak tergantung dari ukuran file system atau jumlah
file; tetapi tergantung kepada ukuran “jurnal” yang digunakan untuk memelihara
konsistensi. Jurnal dengan ukuran awal (default) membutuhkan sekitar 1 sekon
untuk recover (tergantung dari kecepatan hardware).
Integritas Data
Dengan
menggunakan file sistem ext3 kita bisa mendapatkan jaminan yang lebih kuat
mengenai integritas data dalam kasus dimana sistem yang belum dibersihkan
dimatikan (shutdown).
Kita
bisa memilih tipe dan level proteksi yang diterima data.
Kita
bisa memilih untuk menjaga agar file system tetap konsisten, tetapi tetap
mengijinkan kerusakan terhadap data dalam file system dalam kasus dimatikannya
(shutdown) system yang belum dibersihkan; ini bisa memberikan peningkatan
kecepatan pada beberapa keadaan.
Secara
alternatif kita bisa memilih untuk lebih memastikan bahwa data konsisten dengan
bagian dari file system; ini berarti kita tidak akan pernah melihat “garbage
data” pada file-file yang baru ditulis ulang setelah terjadi “crash”.
Pilihan
yang aman yakni menjaga kekonsistenan data sebagai bagian dari file system
adalah pilihan default.
Perbandingan EXT2 VS EXT3
Secara
umum prinsip-prinsip dalam EXT2 sama dengan EXT3. Metode pengaksesan file,
keamanan data, dan penggunaan disk space antara kedua file system ini hampir
sama. Perbedaan mendasar antara kedua file system ini adalah konsep journaling
file system yang digunakan pada EXT3. Konsep journaling ini menyebabkan EXT2
dan EXT3 memiliki perbedaan dalam hal daya tahan dan pemulihan data dari
kerusakan. Konsep journaling ini menyebabkan EXT3 jauh lebih cepat daripada
EXT2 dalam melakukan pemulihan data akibat terjadinya kerusakan.
3.
Fourth Extended File System (Ext4)
Ext4
dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila
distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebut atau di atas nya
otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include
kedalam kernelnya). Selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5
atau lebih.
Apabila
anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa
langkah yang tidak terlalu rumit.
Keuntungan
yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah
mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB =
1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size
nya, fast fsck, journal checksumming, dan defragmentation support.
sistem
operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang
mubazir.
Sistem
dual boot
Langkah – langkah Installing 2 Operating System ke dalam
sebuah Komputer
1. Hal yang pertama dilakukan sebelum meng-install Operating System adalah mempartisi hardisk terlebih dahulu. Namun Sebelum itu kita perlu mengatur booting Cd untuk pertama kali di Bios nya. Klik Delete untuk masuk ke pengaturan BIOS
1. Hal yang pertama dilakukan sebelum meng-install Operating System adalah mempartisi hardisk terlebih dahulu. Namun Sebelum itu kita perlu mengatur booting Cd untuk pertama kali di Bios nya. Klik Delete untuk masuk ke pengaturan BIOS
2. Lalu lakukan partisi Hard disk dengan aplikasi hirent dengan aplikasi paragon yang ada di dalam hirent tersebut dengan skenario sebagai berikut:
1. Bagi partisi menjadi 4 bagian, untuk OS windows 7 siapkan 2 bagian, 1 dengan ukuran 38150 MB untuk menjadi file SYSTEM dengan type NTFS, yang ke 2 dengan ukuran 38150 MB menjadi file DATA. 2 bagian inilah yang nanti akan diisi oleh OS Windows 7.
2.lalu siapkan 2 bagian yang lainnya untuk Linux Ubuntu, 1 dengan ukuran 2505 MB untuk menjadi Linux Swap, dan sisanya untuk menjadi file SYSTEM & DATA dengan type Ext 3. Lalu apply semua proses yang tadi. partisipun selesai.
3. Selanjutnya setelah Hard disk nya sudah di partisi masukkan DVD instalasi windows seven yang sudah di persiapkan terlebih dahulu.
4. Tunggu sampai DVD nya me-load files yang ada. Tunggu
sampai screen shot nya seperti ini :

5. Pilih bahasa yang diinginkan, lalu waktunya serta input
keyboard nya, selanjutnya klik next yang ada di kiri bawah. Setelah ada screen
shot seperti gambar di bawah ini. Klik install, lalu proses penginstalasian
akan dilakukan.

6. Selanjutnya kita menunggu windows starting untuk proses
instalasi.

7. Tampilan selanjutnya adalah tampilan lisensi user agreement. Centang pada kotak kecil untuk menerima perjanjian lisensi user.

8. Tampilan selanjutnya adalah memilih tipe instalasi yang
diinginkan. Kami memilih custom(advanced) agar dapat memilih partisi mana yang
akan diletakkan untuk proses instalasi.

9. Lalu screen shot selanjutnya, kita memilih tempat untuk instalasi windows ini, kita memilih paling atas, yang berlabel SYSTEM, lalu klik Next

10. Selanjutnya proses instalasi dilakukan

11. Setelah instalasi sukses dilakukan, maka tampilannya
akan seperti di bawah ini

Setelah proses penginstalasian OS pertama selesai, maka langkah selanjutnya adalah meng-install OS ke dua, OS ke dua yang di install adalah Linux UBuntu. Cara-caranya adalah sebagai berikut :
1. Restart komputer namun terlebih dahulu keluarkan dvd instalan windows seven yang ada di dalam dvd Drive.
2. Setelah itu masukkan CD instalation Linux UBuntu yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Tunggu sampai screen shotnya seperti gambar di bawah ini.

3. Pilih opsi yang install UBuntu. Tunggu sampai komputer me-load file yang ingin diinstalasikan.

4. Lalu pilih Bahasa Inggris sebagai bahasa dalam penginstalasian, setelah itu klik Forward yang ada di kanan bawah

5. Step ke-2 dalam penginstalasian. Pilih waktu dan tempat
dimana kita tinggal. Setelah selesai diatur klik forward.

6. Selanjutnya memilih tampilan layout keyboard, pilih saja USA. Setelah itu proses partisi hardisk dimulai untuk memilih, karena step ini ada di step berikutnya.

7. Proses selanjutnya adalah memilih dimana penginstalasian OS akan disimpan. Pilih lah opsi terakhir, memilih partisi secara manual. Lalu klik forward.

8. Selanjutnya memilih tempat partisi nya, terdapat 4 partisi disk, pilih yang ke 3, dengan disk dengan type ext 3, sebelumnya ubah free space yang ada dibawahnya dengan swap area, lalu centang lagi yang type nya ext 3 agar file instalasi dapat ditaruh disana


9. Selanjutnya akan ada screen shot tentang nama user serta password yang diinginkan untuk masuk ke akun yang dibuat. Ketikkan pada kolom yang tersedia lalu klik forward.

10. Lalu selanjutnya adalah proses
penginstalasian OS Ubuntu ke dalam komputer. Tunggu sampai
100%

11. Berikut ini dibawah ada gambar tampilan Ubuntu yang sudah selesai instalasi.

Dengan ini selesailah proses penginstalan 2 OS dalam 1
komputer. Berikut ini adalah tampilan komputer yang terdapat dua operating
system :

0 komentar:
Posting Komentar